Pas SMP pernah nyicip white coffee mama dan langsung sakit perut. Sejak itu aku paham kalau ada tembok batasan antara aku dan kopi yang tidak bisa kulalui cieh. Sekarang, kopi rasanya jadi guilty pleasure. Dikonsumsi ketika ingin bernafas, untuk tetap terjaga di malam hari dan mengurai benang pikiran satu-persatu, malam ini contohnya. Selepas ulang tahun ke-21 kemarin, huft aneh juga ya rasanya. Senang, sedih, haru, khawatir, takut, semua nyampur jadi satu. Udah 2 tahun ke belakang ulang tahun tidak dirayakan dan justru sambil menyelesaikan draft proposal lomba, hanya berbeda di tingkat bahasa. Tahun lalu bahasa Indonesia, tahun ini bahasa Inggris hahaha. Kinda funny cause at that state, berasa banget after all, i only have myself, family, my inner circle. Yang ngucapin bener-bener ada kali cuma 20 orang-an, tapi pesannyaaaa masyaallah bikin pengen nangis semua huft, i'm a blessed one terima kasih yaallah. Semakin kesini juga i learn how to not have expectation on people. Manusia i...
Komentar
Posting Komentar